FGD Strategis Bahas Penguatan Prodi Keagamaan, Fakultas Studi Islam UMRI Hadirkan Dirjen Pendidikan Islam RI
Pekanbaru – Guna meninjau dan memperkuat fondasi akademik program studi keagamaan, Fakultas Studi Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Prodi Keagamaan di Fakultas Studi Islam UMRI”. Kegiatan diskusi terpumpun ini diadakan pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Badan Pengurus Harian (BPH) yang terletak di Gedung Rektorat Lantai 7 kampus UMRI.
Forum strategis tersebut secara resmi dibuka oleh Rektor UMRI. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya FGD ini dan menyatakan bahwa penguatan program studi keagamaan merupakan prioritas strategis universitas. Beliau menegaskan bahwa FSI UMRI harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pendidikan Islam yang moderat, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. “FGD ini adalah momentum penting untuk melakukan introspeksi, berbagi visi, dan merancang langkah-langkah terobosan yang konkret. Sinergi dengan pemangku kepentingan nasional, seperti yang hari ini kita lakukan, sangat penting untuk memastikan arah pengembangan kita selaras dengan kebijakan dan standar mutu tertinggi,” papar Rektor dalam pembukaannya.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan puncak universitas, termasuk Rektor beserta para Wakil Rektor, serta diikuti secara aktif oleh segenap dosen pengajar di lingkungan Fakultas Studi Islam. Kehadiran seluruh unsur pimpinan ini menegaskan komitmen tinggi institusi terhadap upaya peningkatan mutu dan relevansi program studi keagamaan sebagai *core competence* fakultas.
FGD menghadirkan pembicara utama yang merupakan otoritas di bidang pengembangan akademik pendidikan tinggi keagamaan Islam secara nasional, yaitu Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I. Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Sub Direktorat Pengembangan Akademik di bawah Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, beliau membawa wawasan kebijakan makro yang sangat berharga.
Kehadiran narasumber dari level Direktorat Jenderal ini menjadi momen penting bagi FSI UMRI untuk menyelaraskan visi dan program pengembangannya dengan arah kebijakan nasional, standar mutu, serta tren terkini dalam pendidikan tinggi keagamaan Islam. Diskusi diharapkan dapat menjembatani antara konsep operasional di tingkat fakultas dengan regulasi dan pedoman dari tingkat pusat.
Tema yang diangkat merefleksikan kesadaran akan kebutuhan untuk terus melakukan revitalisasi dan inovasi pada program studi keagamaan. FGD difokuskan untuk membedah berbagai aspek penguatan, mulai dari kurikulum yang adaptif dan berorientasi pada kompetensi lulusan, peningkatan kapasitas dan kualifikasi dosen, hingga penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang bernuansa keislaman.
Selain aspek akademik, forum ini juga membahas strategi untuk memperkuat identitas keislaman yang moderat dan kontekstual dalam proses pembelajaran, serta upaya membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga pendidikan lain, organisasi keagamaan, maupun dunia industri. Sinergi ini dianggap kunci untuk meningkatkan daya saing dan kontribusi lulusan di masyarakat.
Penyelenggaraan FGD ini merupakan bagian dari implementasi visi FSI UMRI untuk menjadi fakultas rujukan yang unggul dan transformatif di tingkat regional. Penguatan program studi tidak hanya dimaknai secara kuantitatif, tetapi lebih pada pendalaman kualitas, relevansi sosial, dan dampak keilmuannya terhadap pembangunan karakter bangsa.
Melalui dialog intensif selama FGD, diharapkan dapat dirumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan operasional dan strategis yang konkret. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan utama penyusunan peta jalan pengembangan fakultas untuk jangka menengah dan panjang, serta diintegrasikan ke dalam rencana strategis universitas.
Komitmen Fakultas Studi Islam UMRI untuk terus berbenah dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan tinggi Islam semakin menguat dengan adanya forum ini. Kolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal, khususnya dengan jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, menunjukkan langkah progresif dalam membangun tata kelola dan mutu akademik yang lebih baik.
Dengan ditutupnya FGD ini, FSI UMRI tidak hanya telah mengawali suatu proses refleksi dan perencanaan strategis, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai fakultas yang aktif dan responsif terhadap tantangan zaman. Implementasi hasil diskusi ke dalam aksi nyata di tingkat program studi akan menjadi langkah selanjutnya yang dinantikan untuk mewujudkan penguatan yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi kemajuan pendidikan Islam di Riau dan Indonesia pada umumnya.