KAJIAN JUM’AT UMRI: Keyakinan Orang Beriman Jadi Pondasi Utama Raih Sukses Ekonomi Halal

PEKANBARU – Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menggelar Kajian Jumat, Jumat (12/12/2025), dengan mengusung tema yang relevan bagi kehidupan modern: “Keyakinan Orang Beriman dalam Meraih Kesuksesan Ekonomi Secara Halal.” Acara yang berlangsung di Gedung Teknologi Center (GTC) Lantai 2 UMRI ini berhasil menarik puluhan mahasiswa dan civitas akademika yang haus akan bimbingan spiritual dan panduan praktis ekonomi syariah.

Dalam suasana khidmat yang penuh semangat, Ustadz H. Muhammad Zulfadli, M.Pd., selaku narasumber utama, membagikan pencerahan berdasarkan pengalaman dan dalil-dalil Al-Quran serta hadits. Beliau menekankan bahwa keyakinan (iman) yang kokoh kepada Allah SWT merupakan pondasi tidak tergantikan dalam membangun usaha dan meraih kesuksesan ekonomi. “Orang beriman tidak hanya bekerja keras, tapi yakin sepenuhnya bahwa rezeki yang halal dan berkah itu datang dari Allah melalui ikhtiar yang benar dan diniatkan ibadah,” ungkap Ustadz Zulfadli di sela-sela kajian.

Lebih lanjut, Ustadz Zulfadli menjelaskan bahwa dalam ekonomi syariah, kesuksesan tidak diukur semata-mata dari angka dan laba materiil. Keberkahan yang meliputi ketenangan hati, keberlangsungan usaha, manfaat untuk banyak orang, dan ridha Allah merupakan indikator kesuksesan sejati. Keyakinan inilah yang akan membentuk mentalitas pebisnis muslim untuk menjauhi praktik riba, curang, monopoli, serta segala bentuk transaksi yang meragukan (syubhat).

Kajian interaktif tersebut tidak hanya berisi ceramah satu arah, melainkan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang hidup. Para mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan prinsip halal dalam bisnis digital, mengelola risiko usaha dengan tawakal, serta cara menjaga integritas di tengah persaingan pasar yang ketat. Ustadz Zulfadli menjawab setiap pertanyaan dengan lugas, mengaitkan jawaban dengan konsep tauhid serta contoh-contoh praktis dari kehidupan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam berdagang.

Acara pun diwarnai dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh narasumber. Doa-doa yang dipanjatkan berisi permohonan diberi kemudahan rezeki yang halal, keberkahan ilmu, serta keteguhan hati untuk menjalankan syariat Islam dalam setiap aspek ekonomi. Momen ini menambah kekhusyukan dan menyatukan hati seluruh peserta dalam satu harapan dan tujuan.

Ketua Panitia Kegiatan, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kajian rutin ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Studi Islam UMRI untuk tidak hanya mencetak intelektual muslim, tetapi juga membentuk karakter entrepreneur yang berakhlakul karimah. “Tantangan ekonomi digital saat ini sangat kompleks, penuh dengan godaan jalan pintas yang tidak halal. Melalui kajian seperti ini, kami ingin memperkuat benteng spiritual dan mental mahasiswa agar tetap istiqamah di jalan yang diridhai Allah,” ujarnya.

Dekan Fakultas Studi Islam UMRI turut memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau menegaskan bahwa ilmu tauhid dan fikih muamalah harus berjalan beriringan. “Ilmu tanpa keyakinan yang kuat bagai pohon tak berakar, mudah roboh diterjang badai. Sebaliknya, keyakinan tanpa ilmu yang memadai bisa menjerumuskan pada kesalahan dalam berpraktik. Sinergi inilah yang kami bangun,” paparnya.

Para peserta tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi, Surya, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kajian ini sangat membuka wawasan. Selama ini fokus saya hanya pada teori bisnis modern, ternyata fondasi keyakinan dan etika Islam dalam berekonomi justru kunci utama yang sering terlupakan. Ini bekal yang sangat berharga,” tuturnya.

Harapan ke depan, kegiatan serupa tidak hanya berhenti pada tataran kajian, tetapi dapat dikembangkan dalam bentuk workshop kewirausahaan halal, pendampingan bisnis syariah mahasiswa, dan bahkan inkubasi bisnis berbasis syariah. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata, mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif yang sesuai dengan prinsip Islam di kalangan generasi muda Riau.

Universitas Muhammadiyah Riau, melalui Fakultas Studi Islam, berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan ekonomi syariah yang berbasis ilmu dan iman. Kajian Jumat ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya sebagai menara gading, tetapi juga mampu turun langsung memberikan solusi dan pencerahan bagi problematika umat, khususnya dalam bidang ekonomi.

Sebagai penutup, Ustadz Zulfadli kembali berpesan agar setiap muslim senantiasa memurnikan niat, menguatkan tawakal, dan memastikan setiap langkah usaha berada dalam koridor halal. “Sukses sejati adalah yang membawa ketenangan di dunia dan bekal pahala di akhirat. Raihlah dengan keyakinan dan ikhtiar yang halal,” pungkasnya mengingatkan. Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan harapan agar pertemuan ilmiah seperti ini dapat terus berlanjut dengan manfaat yang lebih luas.