Kajian Jum’at Umum “Memastikan Harapan” Perkuat Spiritualitas dan Karakter Mahasiswa UMRI
Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menyelenggarakan Kajian Jum’at Umum sebagai bagian dari komitmen membina spiritualitas dan menguatkan karakter civitas akademika. Kegiatan rutin keagamaan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan seluruh komponen universitas untuk merefresh nilai-nilai keislaman di tengah kesibukan akademik. Pada pelaksanaannya yang bertajuk “Memastikan Harapan”, kegiatan ini berhasil menyedot perhatian dan diikuti dengan antusias oleh para sivitas akademika UMRI, mencerminkan kebutuhan akan bimbingan rohani yang aplikatif dalam kehidupan.
Kajian yang mengusung tema sentral “Memastikan Harapan” ini dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Desember 2025. Bertempat di Gedung GTC Lantai 2 kampus UMRI, acara dimulai tepat pukul 07.45 WIB dan berlangsung hingga siang hari. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi generasi muda, terutama mahasiswa, yang kerap dihadapkan pada dinamika kehidupan kampus serta tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian, sehingga diperlukan pondasi spiritual yang kokoh untuk menjaga optimisme.
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh MC, Yeni Febrianti, pada pukul 08.15 WIB. Pembukaan yang khidmat ini langsung disusul dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan merdu oleh Saudari Hamizah Hanifah. Pembacaan ayat suci tersebut bukan hanya sebagai formalitas pembuka, melainkan mengantarkan seluruh peserta menuju suasana yang tenang dan fokus, mempersiapkan hati dan pikiran untuk menyimak inti kajian yang akan disampaikan.
Acara inti kemudian diisi dengan penyampaian materi yang mendalam oleh Ustadz Dr. Santoso, SS., M.Si. Selama pemaparannya, beliau menekankan secara khusus tentang prinsip istiqamah atau konsistensi. Ustadz Dr. Santoso mengajak mahasiswa untuk tidak hanya sekadar hadir, tetapi berkomitmen secara rutin dan sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan seperti Kajian Jum’at ini. Beliau menegaskan bahwa konsistensi inilah yang akan membentuk kebiasaan positif dan menjadi tulang punggung penguatan karakter.
Lebih lanjut, pemateri menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan mulia, yakni membangunkan dan menguatkan jiwa-jiwa muda agar memiliki arah serta harapan yang jelas dan terang dalam menjalani kehidupan. Dalam konteks keilmuan dan profesionalisme, harapan tanpa dibarengi dengan kejelasan langkah dan fondasi nilai hanya akan menjadi angan-angan semata. Kajian ini berupaya memberikan kerangka spiritual agar harapan tersebut dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ustadz Dr. Santoso juga mengangkat konsep fundamental tentang tujuan penciptaan manusia. Beliau mengutip Al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Dari posisi mulia ini, maka setiap individu, khususnya mahasiswa sebagai calon pemimpin, harus mengembangkan fungsi kemanusiaannya secara utuh. Fungsi tersebut harus dilandasi oleh harapan yang positif, kejelasan cita-cita yang luhur, serta kompetensi keilmuan dan keahlian yang mumpuni untuk menjadi pribadi yang profesional sekaligus berakhlak mulia.
Poin penting lainnya yang disampaikan adalah tentang kekuatan dari konsistensi pada hal-hal kecil. Ustadz Dr. Santoso memberikan penekaran bahwa amalan, kebiasaan belajar, atau aktivitas ibadah yang dilakukan secara rutin dan tulus meski terlihat sederhana hari ini, seperti kehadiran dalam kajian, pada hakikatnya sedang membangun fondasi yang kokoh. Fondasi inilah yang kelak akan menjadi penyelamat dan pembeda di masa depan, baik dalam menghadapi ujian hidup maupun dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Untuk memperkuat argumentasi tentang pentingnya perjuangan dan kesungguhan, Ustadz Dr. Santoso mengutip firman Allah SWT dalam Surat Al-‘Ankabut ayat 69: “Walladzina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa” yang artinya, “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh berjihad (berjuang) untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” Ayat ini menjadi penegasan bahwa jalan menuju harapan yang pasti memerlukan jihad atau kesungguhan, dan balasannya adalah petunjuk langsung dari Allah menuju jalan-jalan kemudahan dan solusi.
Setelah pemaparan materi yang inspiratif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta kajian dan Ustadz Dr. Santoso. Sesi ini berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis dari mahasiswa yang mengeksplorasi lebih jauh aplikasi tema “Memastikan Harapan” dalam konteks studi, pergaulan, dan persiapan karir. Dialog ini menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mendalami materi serta mencari solusi berdasarkan perspektif keagamaan.
Kegiatan Kajian Jum’at Umum ini akhirnya ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan pengikat kenangan. Melalui kegiatan ini, Fakultas Studi Islam UMRI telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan karakter dan spiritual mahasiswa. Diharapkan, nilai-nilai dan motivasi yang didapatkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga harapan untuk menjadi pribadi unggul, profesional, dan bermanfaat bagi umat dapat diwujudkan dengan lebih pasti dan penuh keyakinan.