KAJIAN RUTIN FAKULTAS STUDI ISLAM : SELF BRANDING & SELF CONTROL : ETIKA GEN Z MUSLIM DALAM MENGELOLA UANG DAN GAYA HIDUP

Fakultas Studi Islam Universitas Muhammadiyah Riau kembali Mengadakan Kajian Rutin Kemuhammadiyahan. Kegiatan yang di selenggarakan pada jum'at 5 Desember 2025 di gtc lantai 2 kampus utama universitas muhammadiah Riau,dengan tema : Self Branding & Self Control: Etika Gen 2 Muslim dalam Mengelola uang dan Gaya Hidup"kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa/mahasiswi penerima beasiswa,perwakilan ormawah, dosen dan tenaga pendidikan fakultas Studi islam,ini menjadi salah satu wujud ikut serta fakultas Studi islam dalam penguatan ilmu al islam Kemuhammadiyahan.Kajian ini disampaikan oleh USTADZ LISMAN,S.E.I,ME

Di masa kini yang serba digital, "branding" tidak hanya menjadi urusan perusahaan — orang juga bisa membangun citra diri di masyarakat melalui media sosial, portofolio, dan interaksi dalam pekerjaan. Bagi generasi muda Muslim, membangun identitas pribadi (self-branding) harus sejalan dengan kemampuan mengendalikan diri dan nilai-nilai Islam, seperti jujur, bertanggung jawab, adil, serta tanggung jawab sosial.Penelitian ini bertujuan memberikan panduan teori dan praktis agar anak muda Muslim dapat menampilkan penampilan profesional dan pribadi yang kuat, tanpa mengorbankan kepercayaan agama dan keseimbangan keuangan.Self Branding adalah dua pilar penting bagi Gen Z Muslim dalam membangun identitas diri yang kuat sekaligus menjaga etika dalam mengelola uang dan gaya hidup.
Self Branding bukan hanya tentang pencitraan, tetapi tentang menunjukkan karakter, integritas, dan nilai Islam melalui perilaku, karya, dan jejak digital.
Gen Z Muslim harus menampilkan identitas yang otentik, bermanfaat, dan mencerminkan akhlak yang baik.
Dalam pengelolaan uang, etika Islam menjadi pedoman utama.
Gen Z Muslim harus menjauhi boros, mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, dan menyalurkan sebagian rezeki untuk kebaikan. Gaya hidup ideal bagi Gen Z Muslim adalah gaya hidup sederhana, produktif, fokus pada pengembangan diri, dan tidak terpengaruh tekanan sosial digital.

Dengan terselenggaranya kajian rutin ini fakultas Studi islam universitas muhammadiah Riau menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak insan berdaya saing yang berakar pada nilai-nilai Islam Kemuhammadiyahan.